Merdeka Belajar – Di era yang serba digital seperti sekarang ini, hampir semua orang secara personal, perusahaan atau lembaga membutuhkan situs untuk menjangkau “konsumen” mereka melalui internet. Selain sebagai upaya jangkauan, situs atau website juga bisa dipergunakan untuk memberikan informasi kepada khalayak umum.
Salah satu yang seringkali kita jumpai adalah pembuatan website melalui Google Sites. Karena Google Sites ini bisa digunakan untuk berbagai hal, termasuk digunakan sebagai penunjangn peningkatan mutu pendidikan.
Jenis pemanfaatan website yang kerap kali kita lihat adalah (1) website sekolah sebagai pusat informasi satuan pendidikan; dan (2) platform pembelajaran sebagai penunjang pembelajaran jarak jauh. Keduanya ini yang paling sering kita temui di bidang pendidikan.
Pemanfaatan Website di Kurikulum Merdeka
Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud telah meluncurkan sebuah platform pembelajaran yang bernama Merdeka Mengajar. Tidak hanya itu, sebelumnya Kemendikbud juga telah meluncurkan platform E-Belajar.id yang digunakan untuk administrasi pelaksanaan sekolah.
Artinya bahwa website pendukung pelaksanaan pendidikan sangat dimanfaatkan dan dimaksimalkan dalam Kurikulum Merdeka ini. Hal ini tentunya demi mewujudkan konsep merdeka belajar yang bermuara pada peningkatan kualiatas pendidikan dan pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi dan komunikasi.
1. Aplikasi Merdeka Mengajar
Kemendikbud melalui Nadiem Makarim dalam paparannya menjelaskan bahwa platform Merdeka Mengajar adalah platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk guru dalam mewujudkan Pelajar Pancasila. Platform ini menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
Platform Merdeka Mengajar memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan di mana pun. Kemudian platform ini juga diharapkan dapat mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik.
2. Platform Digital Sekolah E-Belajar.id
E-Belajar.id adalah sebuah platform digital untuk administrasi pelaksanaan sekolah meliputi kegiatan belajar mengajar, absensi, raport, evaluasi, rekap penilaian, penerimaan peserta didik baru, hingga pembayaran secara digital.
Sehingga dapat menunjang sekolah menuju sekolah yang profesional, efektif dan akuntabel. Dilansir dari situs resmi Kemendikbud kabarnya E-Belajar.id saat ini sudah lengkap yang berdasar kepada 8 (delapan) standar nasional pendidikan. Kemudian terdapat video conference atau tatap muka secara visual sudah bisa digunakan dalam platform E-Belajar.id ini.
Aplikasi E-Belajar.id juga dapat disesuaikan dengan keinginan sekolah dalam mengembangkan kelangsungan sistem pendidikan yang lebih baik dan mempermudah akses bagi setiap warga sekolah. Berikut beberapa fitur yang sudah bisa digunakan dalam E-Belajar.id:
- E-Learning meliputi video conference, evaluasi pembelajaran (ulangan harian, pas, pat dan us), penugasan, absensi, rekap nilai dan e-raport.
- E-Monitoring meliputi pengawasan dari lembaga pendidikan terkait seperti kcd/dinas pendidikan setempat, pengawasan dari orangtua/wali siswa.
- E-Payment meliputi pembayaran secara digital sudah termasuk dalam aplikasi ini.
- PPDB online yang memudahkan sekolah dalam menjaring peserta didik baru secara digital.
Pemanfaatan Website Untuk Mendukung Merdeka Belajar
Pada dasarnya konsep merdeka belajar terdiri dari tiga komponen yaitu, adanya komitmen terhadap tujuan, kemandirian dalam menentukan pilihan cara belajar, dan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar.
Tujuan utama dari kebijakan Merdeka Belajar dilaksanakan dalam rangka untuk percepatan pencapaian tujuan nasional Pendidikan. Dalam hal ini yaitu meningkatnya kualitas sumber daya manusia Indonesia yang mempunyai keunggulan dan daya saing dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Adanya kemandirian dalam belajar dan mengajar ini, menuntut sekolah dalam merancanag media pembelajaran yang dapat diakses dengan berbasis sistem belajar mandiri. Tentunya sistem ini begitu sangat dirasakan oleh guru dan peserta didik manfaatnya.
Utamanya ketika proses pembelajaran mengharuskan dilaksanakan secara mandiri, artinya ada konsep kemerdekaan dalam belajar. Peserta didik diberikan keleluasaan dalam menentukan cara belajarnya, dan guru secara fleksibel dapat merancang pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Hal demikianlah yang kemudian menjadi suatu urgensi di mana layanan pendidikan berbasis (Massive Open Online Course) MOOCs ini perlu disediakan. Selain dari pada untuk peningkatan kualitas sumber daa manusia, layanan pendidikan berbasis MOOCs ini harusnya menjadi suatu layanan pembelajaran yang wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia.
Artikel Simak Cara Memanfaatkan Website sebagai Pendukung Merdeka Belajar! pertama kali tampil pada NaikPangkat.com.
Semoga Informasi di atas bermanfaat bagi kita semua. Majukan Pendidikan Indonesia yang bermartabat dan berkualitas.
EmoticonEmoticon