Teknik Pengutipan Referensi dalam Artikel Ilmiah Beserta Contohnya

Hallo, Salam kembali kita berjumpa. Informasi terbaru dari Admin nih tentang Teknik Pengutipan Referensi dalam Artikel Ilmiah Beserta Contohnya. Yang dikutip dari naikpangkat.com.

Teknik Pengutipan Referensi – Dalam memperkuat gagasan artikel ilmiah yang dibuat, penulis melakukan pengutipan karya seseorang atau sekelompok orang. Pengutipan yang dilakukan penulis menujukkan penghargaan terhadap hasil karya orang lain.

Pengutipan dilakukan oleh penulis selain agar karya tidak disebut plagiasi juga sebagai penghargaan terhadap hasil karya dari orang lain, sehingga pengutipan harus dilakukan dengan benar dan tidak melanggar etika ilmiah.

Tujuan pengutipan yaitu supaya pembaca mudah menelusumya kembali. Ketika penulis melakukan pengutipan dari karya orang lain, penulis wajib menuliskan sumber acuannya.

Nah untuk beberapa gaya penulisan pengutipan yang sering dipakai yaitu seperti:

  • American Mathematical Society (AMS), American Psychological Association (APA),
  • Council of Biology Editors (CBE) dan pada edisi yang ke-7 direvisi menjadi Council of Science Editors (CSE),
  • Modern Language Association of America (MLA),
  • The Chicago Manual of Style,
  • Dan gaya Turabian.

Nah dalam Teknik pengutipan referensi juga terdapat jenis pengutipan langsunng dan pengutipan tidak langsung. Apakah Anda sudah memahami betul apa perbedaan dan bagaimana penulisannya untuk dua jenis pengutipan tersebut?

Pengutipan Langsung

Kutipan langsung merupakan penulisan pendapat seseorang seperti  apa adanya dan ditulis seperti tulisan asli dari sumbernya. Dalam pengutipan langsung terapat 2 macam yaitu pengutipan langsung pendek dan pengutipan langsung panjang.

Pengutipan langsung pendek

Didalam pengutipan langsung pendek memiliki ketentuan yaitu:

  1. Kutipan ditulis bergabung dalam kerangka kalimat atau
  2. Menggunakan tanda kutip ganda pada awal dan akhir
  3. Menggunakan spasi ganda atau sesuai dengan spasi dalam dalam penulisan skripsi.
  4. Rujukan kutipan ditulis pada klausal pengantar atau di dalam tanda kurung.

Contoh : “Tekanan kepadatan penduduk yang sangat tinggi dan  pemanfaatan SDA yang intensif mengakibatkan penurunan  kondisi DAS sehingga sebagian besar DAS Indonesia dikatakan  kritis” (Lestari & Ridwan, 2014:42).

Pengutipan langsung panjang

Didalam pengutipan langsung panjang memiliki ketentuan, yaitu:

  1. Kutipan ditulis dalam paragraf tersendiri
  2. Tidak menggunakan tanda kutip
  3. Menggunakan spasi tunggal
  4. Beri pengantar pada kutipan seperlunya
  5. Penulisan kutipan dengan cerut lima spasi di sebelah kiri dan kanan margin.

Contoh: Menurut Jones dalam Muadi, dkk., (2016:40) secara  umum aktor-aktor atau yang terlibat dalam proses formulasi  kebijakan dibagi dalam dua kategori besar yakni;

Pertama, aktor pemerintahan (inside government) yakni  eksekutif, legislatif, yudikatif secara parsial, dan birokrasi.

Kedua, aktor dari luar pemerintahan (outside government),  yakni kelompok kepentingan (interest groups), akademisi,  politisi, media massa, beneficiaries, dan lembaga-lembaga  donor.

Halaman selanjutnya

Pengutipan tidak langsung…



Semoga Informasi di atas bermanfaat bagi kita semua. Majukan Pendidikan Indonesia yang bermartabat dan berkualitas.


EmoticonEmoticon