Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Perbedaan Faktur dan Nota

Pada transaksi jual-beli, pembeli biasanya menerima bukti pembayaran dari pedagang. Ada yang menyebut itu sebagai faktur, namun ada juga yang menyebutnya sebagai nota.

Sebenarnya, apa perbedaan faktur dan nota? Artikel ini akan akan menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Faktur dan Nota
Image from: Ogasite.com

Pengertian Faktur

Faktur adalah sebuah dokumen transaksi yang berisi pencatatan atas penjualan yang diberikan kepada pembeli dan dibuat oleh penjual. Secara sederhana, faktur merupakan dokumen bukti adanya transaksi yang di dalam dokumen tersebut berisi keterangan mengenai pemesanan, seperti alamat, nama, tanggal, nomor pemesanan, rincian barang yang dipesan, hingga total harga.

Informasi di atas bukanlah informasi mutlak yang ada di dalam faktur. Biasanya, informasi disesuaikan dengan apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Faktur biasanya dibuat sebanyak tiga rangkap.

Salinan pertama biasanya berwarna putih dan diserahkan kepada pembeli. Selanjutnya, salinan kedua akan disimpan oleh penjual setelah ditandatangani pembeli, kemudian akan dijadikan lampiran saat penagihan. Kemudian salinan ketiga, biasanya akan disimpan di buku faktur penjual.

Pengertian Nota

Nota merupakan bukti suatu transaksi pembelian atau penjualan barang yang dilakukan secara tunai. Biasanya, nota dibuat sebanyak dua rangkap. Salinan lembar pertama diserahkan kepada pembeli, sedangkan lembaran kedua disimpan penjual untuk arsip atau bahan pencatatan pada laporan keuangan perusahaan.

Nota juga dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni nota debit dan nota kredit. Nota debit merupakan bukti transaksi atas kegiatan pengiriman kembali barang yang telah dibeli, tapi sebagian barang dikembalikan akibat pesanan yang tidak sesuai, rusak, atau cacat. Barang yang dikembalikan tersebut harus disertai dengan nota debit yang dibuat oleh pembeli yang ditujukan kepada penjual.

Sedangkan nota kredit merupakan bukti penerimaan barang yang sudah dijual secara kredit. Jadi, barang cacat atau rusak yang diterima oleh pembeli dan kemudian dikembalikan beserta nota debit, akan ditanggapi dengan nota kredit. Selain itu, nota kredit dapat diartikan sebagai pengurangan harga faktur atas ketidaksesuaian pesanan tersebut. Setelah nota debit diterima oleh penjual, maka penjual akan mengirimkan nota kredit kepada pembeli dengan rincian yang sudah diperbaharui.

Secara umum, informasi yang ada dalam nota kredit adalah nomor nota, alamat perusahaan, tanggal transaksi, nama dan alamat pembeli, total harga, dan nama penjual. Sama seperti nota debit, keterangan atau informasi yang ada di dalam nota kredit juga disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Perbedaan Faktur dan Nota

Secara garis besar, kedua dokumen ini memiliki arti yang sama, yaitu bukti atas suatu kegiatan transaksi jual beli. Namun jika diperhatikan, terdapat perbedaan di antara keduanya. Berikut ini adalah perbedaan faktur dan nota:

Faktur:

Faktur merupakan bukti transaksi dalam bentuk kredit.

Faktur memiliki 3 rangkap, lembar pertama untuk pembeli, lembar kedua untuk penjual, dan lembar ketiga untuk disimpan dalam buku faktur.

Nota:

Nota merupakan bukti transaksi jual-beli yang dilakukan secara tunai.

Biasanya, nota dibuat 2 rangkap, lembar pertama untuk pembeli dan lembar kedua untuk penjual.

Nota terbagi atas 2 jenis, yakni nota debit dan nota kredit.

Kesimpulan

  • Faktur merupakan dokumen bukti adanya transaksi yang berisi keterangan mengenai pemesanan, seperti alamat, nama, tanggal, nomor pemesanan, rincian barang yang dipesan, sampai total harga.
  • Nota merupakan bukti dari suatu transaksi pembelian atau penjualan barang yang dilakukan secara tunai.
  • Nota terbagi menjadi dua, yakni nota debit dan nota kredit.
  • Nota debit merupakan bukti transaksi atas kegiatan pengiriman kembali barang yang telah dibeli, tapi sebagian barang dikembalikan akibat pesanan yang tidak sesuai, rusak, atau cacat. Nota debit dibuat oleh pembeli untuk penjual.
  • Nota kredit merupakan bukti dari penerimaan kembali barang yang sudah dijual secara kredit. Nota kredit merupakan dokumen balasan atas nota debit.

Contoh Buku Besar Pembantu

Pengertian Buku besar pembantu yaitu buku besar yang disusun untuk merinci Akun piutang, utang dan persediaan barang dagangan yang terdapat pada buku besar utama.

Pencatatan ke dalam buku besar pembantu berdasarkan data dalam jurnal khusus yang bersangkutan atau langsung dari bukti transaksi.

Apabila pencatatan dilakukan berdasarkan bukti transaksi, maka saat terjadi transaksi keuangan yang melibatkan akun piutang, utang atau persediaan dilakukan pencatatan ke dalam buku besar pembantu.

Transaksi yang melibatkan munculnya, bertambah atau berkurannya piutang, utang atau persediaan barang antara lain pembelian barang dagangan secara kredit, penjualan barang dagangan secara kredit dan sebagainya.

Jenis Buku Besar Pembantu

Buku besar pembantu mempunyai 3 (tiga) jenis, dalam artikel ini akan dibahas dengan detail ketiga jenis buku besar tersebut. Berikut ini adalah penjelasannya, silahkan disimak dengan baik.

Buku Besar Pembantu Piutang

Buku besar pembantu piutang merupakan buku besar yang digunakan untuk mencatat besarnya piutang yang terdapat pada buku besar utama, berdasarkan nama-nama orang atau pihak yang berhutang (debitur)

Buku Besar Pembantu Utang

Buku besar pembantu utang merupakan buku besar yang digunakan untuk mencatat rincian besarnya utang yang terdapat pada buku besar utama, berdasarkan nama-nama orang atau pihak yang memberi utang (kreditur)

Buku Besar Pembantu Persediaan Barang Dagangan

Buku besar pembantu persediaan barang dagangan merupakan buku besar yang dgunakan untuk mecatat rincian nama barang dagangan berdasarkan jenis barang.

Sebagai contoh berikut ini diambilkan data yang terdapat pada postingan sebelumnya tentang Penyusunan Jurnal Khusus.

Berdasarkan data yang terdapat dalam jurnal penerimaan kas, jurnal penjualan dan jurnal umum yang terdapat pada jurnal khusus, maka disusun buku besar pembantu piutang sebagai berikut:

Buku Besar Pembantu Persediaan Barang Dagangan
Buku Besar Pembantu

Apabila saudara telah memahami pembahasan ini silahkan anda memahami pembahasan selanjutnya tentang penyusunan jurnal penyesuaian perusahaan dagang yang ada dalam situs ini.

Demikianlah pembahasan Tentang buku besar pembantu dalam situs akuntansi pendidik, semoga postingan ini memberi manfaat bagi anda dan dapat membuat anda lebih mudah dalam belajar akuntansi.

Contoh Soal dan Pembahasan Rekonsiliasi Bank

Contoh Soal Rekonsiliasi Bank

Saldo Kas PT Prima sentosa menurut catatan buku besar kas per 31 Agustus 2011 adalah sebesar Rp 65. 200. 000 sedangkan menurut rekening koran yang diterima dari bank sebesar Rp 78.400.000, setelah diadakan pemeriksaan, penyebab perbedaan tersebut adalah:

  1. Bank telah menagih piutang wesel perusahaan nominal Rp 13.000.000 bunga Rp 1000.000 dan Bank membebani biaya penagihan Rp 600.000
  2. PT Prima sentosa tertanggal 30 Juli 2011 mengirim uang ke Bank Rp 6.000.000 belum tercatat dalam rekening koran.
  3. Perusahaan menerima pelunasan piutang Rp 2.000.000 belum disetor ke Bank
  4. Perusahaan menerima cek dari debitur sebagai pelunasan utangnya Rp 2.000.000. Cek tersebut disetor ke Bank, tetapi ditolak oleh bank karena tidak ada dananya.
  5. Cek yang belum diuangkan Rp 12.000.000
  6. Perusahaan mengeluarkan cek untuk mengisi kas kecil Rp 2.000.000 tetapi oleh bagian akuntansi dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
  7. Bank memberi jasa giro sebesar Rp 1.500.000 dan membebankan biaya administrasi Rp 400.000 Suatu potongan PPh atas jasa giro Rp 300.000
  8. Cek atas nama PT Aula sebesar Rp 3000.000 ternyata dicatat oleh bank sebagai pengurang saldo PT Prima Sentosa dalam rekening koran yang diterima PT Prima Sentosa.
  9. PT Prima Sentosa mengeluarkan cek Rp 4.000.000 tetapi dicatat oleh bank dalam rekening PT XYZ, sehingga tidak muncul dalam rekening koran yang diterima oleh PT Prima Sentosa.

Diminta: Buatlah rekonsiliasi menurut saldo kas yang sebenarnya.

Pembahasan Soal Cara Menyusun Rekonsiliasi Bank

  1. Hasil penagihan piutang wesel oleh bank RP 13.000.000 dengan bunga Rp 1000.000 dan beban penagihan Rp 600.000 belum dicatat perusahaan. Sehingga saldo kas perusahaan belum termasuk hasil penagihan RP 13.000.000 ditambah Rp 1000.000 dikurangi Rp 600.000, Oleh karena itu saldo kas perusahaan harus ditambah Rp 14.000.000 dan dikurangi Rp 600.000
  2. Setoran dalam proses Rp 6000.000.Setoran ini belum diterima oleh bank saat penutupan rekening koran, sehingga saldo rekening koran harus ditambah sebesar Rp 6000.000
  3. Kas belum disetor Rp 2000.000. Berarti saldo rekening koran belum Rp 2000.000, Sehingga saldo rekening koran harus ditambah sebesar Rp 2000.000
  4. Cek kosong Rp 2000.000 . Cek yang disetor ke bank tidak ada dananya sehingga tidak menambah saldo rekening koran. Hal ini sudah menambah saldo rekening perusahaan, sehingga dalam rekonsiliasi bank, saldo perusahaan dikurangi Rp 2.000.000
  5. Cek yang belum diuangkan Rp 12.000.000. Hal ini menunjukan saldo perusahaan sudah dikurangkan dengan pengeluaran cek, tetapi saldo rekening koran belum dikurangkan karena cek tersebut belum diuangkan. Sehingga dalam rekonsiliasi bank, saldo rekening koran dikurangi Rp 12.000.000
  6. Pengeluaran cek senilai Rp 2000.000 untuk mengisi kas kecil salah dicatat dalam penerimaan kas. Hal ini seharusnya dicatat dalam pengeluaran kas Rp 2000.000 akan tetapi dalam catatan, kas bertambah Rp 2000.000 sehingga dalam pembetulan saldo kas catatan perusahaan harus dikurangi 2 kali dari pengeluaran yaitu sebesar Rp 4.000.000
  7. Bank memberi jasa giro Rp 1.500.000 membebani biaya administrasi Rp 400.000 dan pajak penghasilan sebesar Rp 300.000. Artinya dalam rekening koran sudah termasuk penambahan Rp 1.200.000 dan pengurangan Rp 400.000. Jumlah ini belum tercatat dalam catatan perusahaan, sehingga dalam pembetulan catatan perusahaan harus ditambah Rp 1.200.000 dan dikurangi Rp 400.000.
  8. Koreksi kesalahan Rp 3000.000. Cek atas nama PT Aula sebesar Rp 3000.000 dicatat sebagai pengurang dalam rekening koran PT Prima sentosa, sehingga dalam rekonsiliasi bank saldo rekening koran PT Prima sentosa ditambah Rp 3000.000
  9. Koreksi kesalahan Rp 4000.000 cek atas nama PT Prima sentosa sebesar Rp 4000.000 tidak dicatat dalam rekening koran PT Prima sentosa (tetapi dicatat ke PT XYZ) sehingga dalam rekonsiliasi bank saldo rekening koran PT Prima sentosa dikurangi Rp 4000.000

Berdasarkan analisis diatas, maka dapat dibuat rekonsiliasi bank menurut saldo kas yang sebenarnya sebagai berikut:



Pembahasan TEORI AKUNTANSI

Teori Akuntansi
Teori Akuntansi

Teori Akuntansi

Pengertian teori akuntansi adalah suatu bagian atau cabang dari keseluruhan ilmu akuntansi yang terdiri atas pernyataan yang sistematis mengenai prinsip serta metodologi yang membedakannya dengan praktek.

Teori akuntansi merupakan sebuah sistem yang bersifat konprehensif dimana didalamnya termasuk postulat serta teori yang saling berkaitan.

Juga dapat dikatakan bahwa teori akuntansi merupakan konsep yang menyajikan dengan sistematis mengenai gambaran terhadap fenomena fenomena akuntansi dan menjelaskan hubungan diantara vairabel yang ada pada struktur akuntansi yang nantinya bisa dengan jelas menerangkan serta meramalkan fenomena fenomena yang akan mungkin terjadi.

Hendriksen, seorang ahli akuntansi mengemukakan teori akuntansi sebagai sebuah susunan prinsip yang bisa memberi kerangka acuan secara umum darimana sebuah praktek akuntansi bisa dinilai.

Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan bisa mengikuti perkembangan ekonomi, teknologi, sosial serta ilmu pengetahuan yang cepat.

Tidak ada atau belum ditemukan teori akuntansi yang sangat lengkap di setiap kurun waktu.

Teori akuntansi harus meliputi seluruh literatur akuntansi yang memberi pendekatan yang saling berbeda antara satu dengan yang lain

American Accounting Association (AAA) menyatakan bahwa:

teori akuntansi
Teori Akuntansi
  • Tidak ada satupun teori akuntansi yang lengkap yang bisa mencakup serta memenuhi seluruh keinginan di waktu dan keadaan dengan efektif.
  • Pada literatur akuntansi yang ada, isinya bukan merupakan teori akuntansi, namun kumpulan teori teori yang bisa dirumuskan mengatasi perbedaan perbedaan persyaratan yang diinginkan oleh para pengguna laporan keuangan

Menemukan rumus teori akuntansi tidak bisa dengan hanya mengandalkan teori akuntansi, mempergunakan literatur akuntansi serta disiplin ilmu yang lain yang masih relevan.

Namun teori akuntansi merupakan instrumen yang sangat penting didalam penyusunan dan memverifikasikan prinsip akuntansi yang diperlukan untuk menyusun laporan keuangan.

Fungsi Teori Akuntansi

Vernon Kam [1986] menyatakan bahwa fungsi teori akuntansi adalah sebagai berikut ini:
  1. Menjadi pegangan untuk lembaga penyusunan standar akuntansi didalam menyusun standartnya
  2. Memberi kerangka rujukan dalam menyelesaikan permasalahan akuntansi dalam hal tidak terdapat standar resmi
  3. Menentukan batas didalam hal melaksanakan judgment didalam penyusunan sebuah laporan keuangan
  4. Meningkatkan keyakinan dan pemahaman pengguna laporan keuangan terhadap informasi yang terdapat pada laporan keuangan
  5. Meningkatkan mutu kualitas laporan keuangan yang bisa diperbandingkan kehandalannya

Sedangkan Hendriksen [1982] menyatakan tentang fungsi teori akuntansi sebagai berikut:
  1. Memberi kerangka rujukan yang digunakan sebagai dasar dialam menilai prosedur serta praktek akuntansi
  2. Memberi pedoman mendasar pada praktek dan prosedur akuntansi yang baru

Sifat Teori Akuntansi

Teori Akuntansi memiliki sifat sifat yang diungkapkan beberapa ahli seperti berikut ini:
  1. Berkaitan erat dalam penyusunan sebuah kebijakan akuntansi
  2. Mempunyai prinsip atau metode yang logis dan berhubungan erat dalam menyusun sebuah kerangka umum
  3. Sanggup memberikan penjelasan mengenai praktek akuntansi, menjelaskan serta menjawab semua fenomena yang ada dalam penerapan sebuah metode para praktek akuntansi
  4. Merangkup semua literatur akuntansi serta memberi pendekatan pendekatan yang beda
  5. Bisa meramalkan, memproyeksikan serta menemukan gejala ataupun kejadian akuntansi yang tidak bisa diketahui dengan pasti
  6. Memeriksa, memverifikasi dan menyusun prinsip prinsip akuntansi

Metode dalam Perumusuan Teori Akuntansi

Perumusan teori akuntansi terdapat beberapa metode yang dipakai seperti pendapat dari Belkaoui dan Godfrey seperti beriktu ini:

1. Metode Deskriptif | Pragmatic

Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah seni yang tidak bisa dirumuskan, metode perumusan akuntansi bersifat menjelaskan atau mendeskripsikan serta menganalisa praktek yang ada dan yang diterima saat ini

2. Metode Psychological Pragmatic

Metode ini mengamati reaksi dari pengguna laporan keuangan terhadap output akuntansi yang telah disusun dari berbagai standar, prinsip, pedoman atau aturan. Hal ini juga seringkali disebut sebagai behavioral accounting

3. Metode Normatif | 1950 - 1960

Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah norma peraturan yang wajib diikuti tanpa memperdulikan apakau dipraktekan, berlaku saat ini atau tidak

4. Metode Positive | 1970

Metode yang dimulai dari sebuah metode ilmiah yang diterima umum dan sedang berlaku. Berdasar Teori akuntansi positif ini, dirumuskan permasalahan penelitian untuk mengamati fenomena nyata yang tidak terdapat didalam teori.

Teori Akuntansi di Indonesia

Hingga saat ini, Indonesia masih belum berusaha untuk merumuskan sebuah teori atau standar akuntansi sendiri. Indonesia masih mengadopsi teori akuntansi yang berkiblat ke Amerika yang berasal dari International Accounting Standard Committee (IASC) sebagai dasar acuan dalam pengembangan ilmu akuntansi di Indonesia.

Indonesia masih setia mengadopsi pedoman dari IASC dengan beberapa perubahan minor tentang Standar Akuntansi Keuangan ataupun pernyataan Standar Pemeriksaan.

Upaya terbaru adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia oleh Profesi Akuntansi walaupun masih belum menyentuh dasar dasar teori akuntansi.

Standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia saat ini masih belum mempergunakan secara penuh Standar Akuntansi Internasional atau IFRS (International Financial Reporting Standard).

Indonesia masih setia menggunakan standar yang digunakan oleh United Stated Generally Accepted Accounting Standard (US GAAP), tetapi terdapat beberapa bagian yang telah mengadopsi standard IFRS yang sifatnya hanya harmonisasi sebagian.

Harmonisasi standart IFRS ini bertujuan supaya akuntansi indonesia bisa menghasilkan informasi keuangan yang bisa dibandingkan dengan yang lain, memudahkan analisis kompetisi ataupun hubungan baik dengan supplier, investor, kreditor dan pelanggan.

Harmonisasi bukannya tanpa hambatan !!

Nasionalisme, budaya, sistem pemerintahan pada masing masin gnegara yang berbeda tentu menjadi hambatan yang signifikan sehingga akuntansi di Indonesia sulit untuk mengadopsi secara penuh.

Perbedaan kepentingan antara perusahaan nasional dengan perusahaan multinasional serta biaya perubahan prinsip akuntansi yang tinggi juga menjadi hambatan tersendiri dalam proses harmonisasi standar akunntasi antar negara

Teori Akuntansi Positif

Teori Akuntansi Positif berusaha untuk menjelaskan sebuah proses yang menggunakan pemahaman, pengetahuan dan kebijakan akuntansi yang PALING SESUAI untuk menghadapi kondisi dan keadaan tertentu pada masa yang adakan datang.

Teori Akuntansi Positif memiliki anggapan bahwa tujuan dari sebuah teori akuntansi adalah untuk memberikan penjelasan dan memprediksi praktek akuntansi.

teori akuntansi positif
Teori Akuntansi Positif

Perkembangan teori akuntansi positif ini muncul akibat ketidakpuasan terhadap teori akuntansi normatif.

Dasar pemikiran yang digunakan untuk menganalisis teori akuntansi pada teori normatif dianggap terlalu sederhana dan tidak memiliki dasar teoritis yang kokoh.

Terdapat 3 alasan mendasar yang kuat atas terjadinya pergeseran teori akuntansi pendekatan normatif ke teori akuntansi positif [Watt and Zimmerman]

Pertama 

Teori akuntansi normatif terlalu fokus terhadap kepentingan investor secara individu daripada kemakmuran masyarakat yang lebih luas

Kedua

Teori akuntansi normatif dirasa tidak mampu menguji teori secara empiris karena didasari pada asumsi atau premis yang keliru sehingga tidak bisa diuji kebenarannya secara empiris.

Ketiga

Didalam teori akuntansi normatif sangat memungkinkan terjadinya pengalokasian sumber daya ekonomi secara maksimal di pasar modal.

Melepas sumber daya ke pasar modal dengan mengikuti mekanisme pasar.

Informasi akuntansi bisa menjadi sebuah alat pengendali bagi masyarakat didalam mengalokasikan sumber daya ekonomi secara efisien.

    Lebih lanjut, Watt and Zimmerman mengembangkan teori akuntansi dengan pendekatan positif yang orientasinya lebih kepada penelitian empiris.

    Menjustifikasi berbagai macam metode atau teknik akuntansi yang sekarang dipergunakan atau mencari model yang baru untuk mengembangkan teori akuntansi dikemudian hari.

    Hipotesa Teori Akuntansi Positif


    Watts dan Zimmerman [1990] mengemukakan 3 Hipotesa dari teori akuntansi positif.

    1. Hipotesis Rencana Bonus


    Manajer perusahaan dengan rencana bonus lebih cenderung memilih prosedur akuntansi dengan perubahan keuntungan yang dilaporkan dari periode dimasa depan ke periode saat ini.

    Hipotesis ini cukup beralasan, seorang manajer tentu ingin mendapatkan imbalan yang tinggi.

    Apabila besaran bonus tersebut tergantung pada besar kecilnya laba perusahaan, maka seorang manajer atau siapapun itu tentu akan berusaha memberikan laporan pendapatan bersih setinggi mungkin agar mendapatkan bonus yang tinggi.

    Nah, salah satu caranya adalah dengan memilih dan menentukan kebijakan akuntansi yang bisa meningkatkan laba pada laporan keuangan diperiode tersebut.

    Sesuai dengan karakter proses akrual, hal tersebut bisa menyebabkan penurunan laba perusahaan yang akan dilaporkan pada masa yang akan datang dengan faktor lainnya yang masih tetap sama

    2. Hipotesis Kontrak Hutang


    Hipotesis Kontrak Hutang ini seluruh hal yang lain dalam keadaan tetap

    Semakin dekat sebuah perusahaan terhadap pelanggaran prinsip akuntansi yang didasari atas sebuah kesepatakan hutang,

    Maka ada kecenderungan semakin besar kemungkinan manajemen perusahaan untuk memilih prosedur akuntansi yang melaporkan perubahan laba dari periode masa depan ke periode saat ini.

    3. Hipotesis Biaya Politik

    Semakin besar ongkos politik yang ditanggung oleh perusahaan, maka manajer akan cenderung untuk menggunakan prosedur akuntansi yang menyerah terhadap laba yang dilaporkan pada masa saat ini menuju masa mendatang.

    Dalam pemilihan kebijakan akuntansi dipengaruhi juga oleh dimensi politik perusahaan.

    Perbedaan Teori Akuntansi Positif dan Teori Akuntansi Normatif


    Perbedaan pendekatan serta dasar antara teori akuntansi positif dan teori akuntansi normatif menyebabkan taksonomi akuntansi.

    Pendekatan teori akuntansi normatif menghasilkan taksonomi akuntansi sebagai sebuah seni yang cenderung deskriptif

    Sedangkan pendekatan teori akuntansi positif lebih kepada menghasilkan taksonomi akuntansi sebagai ilmu pengetahuan (Sains).

    Namun tetap, keduanya sama sama sebagai sarana pendekatan teori akuntansi yang diakui.

    Fungsi dan Tujuan Akuntansi

    Fungsi dan Tujuan Akuntansi - Akuntansi merupakan sebuah pengukuran dan usaha memberikan kepastian tentang informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak pihak yang membutuhkan dan nantinya akan dijadikan dasar dalam pengambilan sebuah keputusan yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pengguna laporan.

    Tujuan Akuntansi

    Tujuan Akuntansi
    Tujuan Akuntansi Fungsi Akuntansi

    Akuntansi memiliki beberapa tujuan, tujuan akutansi keuangan menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) adalah sebagai berikut:
    1. Untuk memberi informasi keuangan yang secara handal bisa dipercaya mengenai kewajiban, modal dan sumber ekonomi
    2. Untuk memberi informasi yang terpercaya tentang perubahan perubahan yang ada pada sumber sumber ekonomi sebuah perusahaan yang muncul karena adanya kegiatan usaha
    3. Untuk memberi informasi keuangan yang bisa membantu penggunanya dalam memperkirakan potensi perusahaan dalam mendapatkan laba
    4. Untuk memberi informasi penting yang lain tentang perubahan perubahan pada sumber ekonomi dan kewajiban
    5. Untuk menyampaikan sedalam mungkin informasi lain yang masih berkaitan dengan laporan keuangan yang masih relevan untuk digunakan oleh pengguna laporan keuangan
    Pengguna laporan keuangan dalam hal ini terdiri dari internal maupun eksternal perusahaan, internal seperti manajemen perusahaan dan pihak eksternal seperti investor, kreditor, pemerintah dll.

    Fungsi Akuntansi

    Berdasarkan tujuan akuntansi tersebut, fungsi akuntansi yang utama adalah sebagai informasi keuangan sebuah entitas.

    Laporan keuangan akuntansi ini bisa terlihat posisi keuangan dan perubahan perubahan apa saja yang terjadi didalamnya yang dirasa sangat dibutuhkan oleh penggunanya yang berasal dari internal perusahaan ataupun eksternal perusahaan

    10 Bidang Bidang Akuntansi

    Bidang bidang akuntansi meliputi berbagai klasifikasi, berikut ini 10 bidang bidang akuntansi yang umum diketahui

    10 Bidang Akuntansi

    bidang bidang akuntansi
    Bidang Bidang Akuntansi

    1. Akuntansi Keuangan | Financial Accounting

    Akuntansi Keuangan atau yang seringkali disebut sebagai akuntansi umum merupakan bidang akuntansi yang berkaitan dengan transaksi transaksi keuangan khusus yang meliputi perubahan aset, hutang (kewajiban) dan modal (ekuitas) perusahaan.

    Tujuannya tak lain adalah untuk menyajikan data data transaksi keuangan yang telah dilakukan pada suatu periode tertentu yang dilaporkan dalam bentuk Finance Statement (Laporan Keuangan).

    Akuntansi Keuangan lebih concern untuk menyajikan laporan keuangan kepada pihak pihak EKSTERNAL perusahaan.

    Pihak eksternal seperti para investor atau pemegang saham, bank, pemerintah (dirjen pajak) dan yang lainnya yang berkepentingan atas laporan tersebut.

    Akuntansi Keuangan wajib mengacu dan berdasar pada prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum yang telah dinyatakan didalam Standar Akuntansi Keuangan didalam proses pencatatan seluruh transaksi yang terjadi

    2. Akuntansi Manajemen | Management Accounting

    Berbeda dengan akuntansi keuangan yang lebih dikhususkan disusun untuk memenuhi informasi pihak pihak eksternal.

     Akuntansi manajemen lebih memprioritaskan dan mengkhususkan diri untuk membantu pihak internal perusahaan (baca: manajemen).

    Akuntansi manajemen memberikan tafsiran informasi informasi yang dibutuhkan manajemen dalam menjalankan aktivitas perusahaan untuk mencapai tujuan.

    Bahkan melibatkan diri dalam penyusunan anggaran untuk masa mendatang.

    Akuntansi manajemen tidak memerlukan standar standar khusus yang berlaku umum dalam prosesnya.

    3. Akuntansi Biaya | Cost Accounting

    Akuntansi Biaya adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan perencanaan, penetapan serta pengendalian biaya produksi.

    Objek yang utama dari akuntansi biaya adalah biaya produksi.

    Jadi jelas akuntansi biaya dipergunakan untuk memproduksi bahan baku atau bahan mentah menjadi barang jadi.

    Aktivitas menghitung biaya biaya yang timbul dalam kegiatan produksi lalu kemudian membandingkannya dengan biaya yang berdasarkan taksiran.

    Akuntansi biaya hanya terjadi di perusahaan manufaktur yang kegiatan utamanya adalah memproduksi barang mentah menjadi barang jadi.

    Bukan pada perusahaan jasa ataupun perusahaan dagang. 

    4. Akuntansi Perpajakan | Tax Accounting 

    Akuntansi Perpajakan adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan permasalahan perpajakan.

    Bidang akuntansi ini khusus untuk mempersiapkan data yang dibutuhkan dalam perhitungan pajak.

    Tujuan akuntansi perpajakan tak lain adalah supaya pajak yang dibayarkan oleh perusahaan sesuai dengan peraturan perudang udangan yang berlaku.

    Bagaimana hubungan sebuah transaksi yang terjadi dengan tarif dan pajak yang ada didalamnya.
    Dalam banyak kasus, akuntansi perpajakan lebih dominan digunakan untuk meminimalisir jumlah pajak yang terhutang perusahaan dengan teknik teknik yang tidak melanggar peraturan perpajakan.

    Secara teknis, akuntansi pajak langsung berkaitan dengan masalah perpajakan seperti penghitungan SPT, Pembayaran SPT, entah itu untuk PPh maupun PPn

    5. Akuntansi Pemeriksaan | Auditing

    Audit adalah sebuah bidang akuntansi yang aktivitasnya fokus pada pemeriksaan atas catatan akuntansi secara independen tanpa tekanan dari pihak manapun.

    Pihak yang melakukan audit biasa disebut dengan "Auditor" yang secara bebas bekerja tanpa adanya pengaruh dari pihak pihak yang berkepentingan.

    Kegiatan audit adalah memeriksa seluruh pencatatan transaksi yang telah terjadi dan memastikan apakah pencatatan tersebut sudah sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum.

    Dalam melaksanakan tugas, auditor juga emiliki standar auditing yang berlaku secara umum.

    6. Akuntansi Anggaran | Budgetary Accounting 

    Akuntansi anggaran adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan penyusunan sebuah rencana pengeluaran perusahaan dan kemudian membandingkan dengan pengeluaran aktual.

    Akuntansi anggaran menguraikan aktivitas keuangan untuk sebuah jangka waktu tertentu yang juga dijalankan dengan sistem analisa dan pengawasan.

    Sebenarnya akuntansi anggaran ini adalah bagian dari akuntansi manajemen

    7. Akuntansi Pemerintah | Goverment Accounting

    Akuntansi Pemerintahan merupakan bidang akuntansi yang dalam penyajian laporan keuangannya dilakukan oleh lembaga pemerintah.

    Bidang akuntansi ini memberikan informasi melalui data akuntansi dari berbagai aspek pengelolaan administrasi keuangan pemerintah serta melaksanakan pengendalian terhadap pengeluaran anggaran.

    8. Akuntansi Pendidikan | Education Accounting 

    Akuntansi Pendidikan fokus kegiatannya diarahkan kepada bidang pendidikan

    Contohnya terlihat kegiatan belajar mengajar akuntansi, penyusunan kurikulum, penelitian tentang akuntansi serta yang lainnya yang berhubungan dengan perkembangan ilmu akuntansi.


    9. Sistem Akuntansi | Accounting System

    Sistem Akuntansi berkaitan dengan penciptaan sebuah prosedur akuntansi dan juga peralatan pendukungnya yang diiringi penentuan langkah didalam pengumpulan serta pelaporan data keuangan.

    Sistem Akuntansi bisa mempermudah sebuah pengendalian internal perusahaan dan menciptakan arus laporan yang sesuai untuk kebutuhan manajemen

    10. Akuntansi Internasional | International Accounting

    Akuntansi Internasional meliputi permasalahan yang timbul atas transaksi transaksi perdagangan lintas negara (internasional) yang umumnya terjadi pada perusahaan perusahaan multinasional

    Demikianlah 10 bidang bidang akuntansi yang umum diklasifikasikan oleh banyak pihak, semoga tulisan bidang bidang akuntansi ini memberikan manfaat.