Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Lapisan-Lapisan Atmosfer Bumi

Atmosfer/ atmosfir adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi. Bumi dilingkupi oleh gas-gas yang membentuk udara sehingga memungkinkan adanya kehidupan. Peran udara ini sangat penting bagi makhluk hidup baik sebagai penopang kehidupan maupun perlindungan dari bahaya-bahaya luar angkasa.

Beberapa fungsi udara yang penting bagi kehidpan adalah sebagai berikut.
  • Sebagai udara pernapasan makhluk hidup
  • Sumber CO2 untuk fotosintesis
  • Udara yang bergerak (angin) dapat menjadi sumber energi listrik
  • Menyerap radiasi matahari sehingga suhu bumi tidak terlalu panas
  • Melindungi bumi dari benda luar angkasa
  • Sebagai sumber nitrogen untuk menyuburkan tanah pertanian
  • Memantulkan gelombang radio (pada lapisan ionosfer)

Lapisan-lapisan atmosfer

Atmosfer yang menutupi bumi memiliki lapisan demi lapisan yang tersusun atas gas-gas yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula. Manusia hidup di lapisan paling bawah yang mengandung paling banyak oksigen sebagai penopang kehidupan.

lapisan atmosfer bumi
Lapisan atmosfer bumi

Lapisan atmosfer di permukaan bumi di bagi menjadi 5 yaitu:
  • Troposfer yang terletak antara 0 hingga 12 km dari permukaan bumi.
  • Stratosfer yang terletak antara 12 hingga 60 km.
  • Mesosfer yang terletak antara 60 hingga 80 km.
  • Termosfer yang terletak antara 80 hingga 500 km.
  • Eksosfer yang terletak di atas 500 km dari permukaan bumi.
Berikut ini adalah penjelasan lebih rinci dari masing-masing lapisan itu.

Troposfer

Troposfer merupakan lapisan paling bawah yang paling dekat dengan bumi, juga merupakan lapisan dimana terdapat makhluk hidup. Lapisan ini memiliki ketebalan yang berbeda-beda dengan bagian ekuator bumi yang paling tebal dan bagian kutub yang paling tipis. Pada ekuator, ketebalan lapisan ini mencapai 12 km diukur dari permukaan laut hingga ke atas. Di troposfer ini merupakan tempat akumulasi gas-gas nitrogen (78%), oksigen (21%), sisanya merupakan karbondioksida, argon, helium dll yang konsentrasinya sangat sedikit.

troposfer
Hujan dan petir terjadi di lapisan troposfer

Suhu udara di lapisan ini tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin sehingga memungkinkan adanya makhluk hidup. Suhu udara di lapisan ini semakin ke atas semakin rendah, kenaikan ketinggian 100 m akan membuat suhu turun sekitar 0,5 derajat Celcius. Uap air memerankan peran yang tinggi dalam mempengaruhi suhu udara, karena uap air akan menyerap panas yang dipancarkan matahari. Semakin tinggi tempat, semakin banyak uap air, semakin dingin pula suhu udara.

Beberapa peristiwa alam yang berkaitan dengan cuaca juga terjadi di lapisan ini, antara lain awan, petir, angin topan, dan lain sebagainya. Di bagian atas troposfer terdapat bagian yang disebut tropopouse yang menjadi pembatas antara troposfer dengan stratosfer.

Stratosfer

Stratosfer merupakan lapisan kedua yang terlatak pada ketinggian antara 12 km hingga 60 km dengan ketebalan 48 km. Umumnya pesawat terbang komersial terbang pada lapisan ini. Banyak yang terbang di lapisan bawah stratosfer karena menghindari turbulensi yang banyak terdapat di lapisan sebelah atas. Di lapisan stratosfer hanya terdapat sedikit awan karena sedikitnya uap air di lapisan ini.

stratosfer
Pesawat komersial terbang di atas awan di stratosfer

Di lapisan ini terdapat lapisan ozon (O3) yang berperan penting dalam menjaga bumi dari sinar ultraviolet. Ozon terdapat pada bagian atas stratosfer, dan terbentuk dari molekul oksigen yang mendapat energi tinggi dari petir. Lapisan ozon dapat mengalami penipisan akibat terurai oleh adanya molekul semacam CFC yang dilepaskan dari alat-alat elektronik.

Suhu udara di lapisan ini semakin naik semakin tinggi. Suhu tertinggi terdapat di lapisan atas stratosfer karena adanya ozon yang menangkap radiasi panas matahari. Di atas stratosfer terdapat bagian yang bernama stratopause yang menjadi batas antara stratosfer dengan mesosfer.

Mesosfer

Mesosfer adalah lapisan ketiga yang terlatak antara 60 km hingga 80 km di atas permukaan laut. Lapisan ini memiliki suhu yang dingin sekitar -100 derajat celcius, berbeda dengan lapisan stratosfer yang bersuhu sangat panas. Suhu yang sangat dingin ini akan membuat meteorit yang jatuh dan bersuhu sangat panas hancur karena pengaruh suhu dingin yang mendadak.

Pada lapisan banyak terdapat ion atau udara yang bermuatan listrik dan disebut dengan lapisan D. Karena banyak meteor yang hancur di lapisan ini, menyebabkan mesosfer banyak mengandung atom besi dan logam yang berasal dari meteor.

Pada bagian atas mesosfer terdapat bagian yang disebut mesopouse yang membatasi antara mesosfer dengan termosfer.

Termosfer 

Thermosfer adalah lapisan keempat yang terletak antara 80 km hingga 500 km di atas permukaan laut. Lapisan ini memiliki suhu yang sangat panas antara 500 hingga 2000 derajat celcius. Karena panasnya ini meteor akan terbakar pada lapisan ini.

termosfer
Satelit Palapa D, mengorbit bumi di termosfer

Pada lapisan ini terdapat gas-gas yang mengalami ionisasi oleh sinar matahari sehingga lapisan ini disebut juga lapisan ionosfer. Lapisan ionosfer dapat memantulkan gelombang radio yang berasal dari permukaan bumi sehingga gelombang dapat mencapai wilayah yang jauh dan sangat penting bagi komunikasi.

Lapisan ini memiliki gas-gas yang sangat tipis. Satelit buatan, pesawat shuttle, dan stasiun luar angkasa internasional mengorbit bumi pada lapisan ini. Aurora yang merupakan kilauan-kilauan cahaya yang sering terlihat di daerah kutub terjadi di lapisan ini. Pada puncak termosfer terdapat bagian termopouse yang membatasi termosfer dengan eksosfer.

Eksosfer

Eksosfer merupakan lapisan terluar dari atmosfer yang langsung berbatasan dengan ruang hampa udara. Lapisan gas di eksosfer sangat tipis dengan kandungan utamanya berupa gas hidrogen.

Pada lapisan ini dapat ditemukan sinar redup yang disebut cahaya zodiakal, yaitu cahaya yang berasal dari pemantulan sinar matahari oleh debu-debu meteorit.

Beberapa ahli berpendapat bahwa eksosfer bukan merupakan bagian dari atmosfer tapi merupakan bagian dari luar angkasa, namun beberapa masih menganggap eksosfer sebagai bagian atmosfer. Perdebatan tentang hal ini masih terjadi hingga sekarang.

Soal Geografi Persebaran Flora dan Fauna di Bumi

Pada kali ini, kami akan membagikan soal yang membahas bab persebaran flora dan fauna di permukaan bumi. Adapun soal yang ada pada artikel ini tersusun atas beberapa materi mata pelajaran geografi SMA/MA yaitu sebagai berikut :
A.     Fenomena Biosfer
      1.      Pengertian Fenomena Biosfer
      2.      Lapisan Biosfer
B.     Persebaran Flora dan Fauna di Permukaan bumi
C.     Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
      1.      Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
      2.      Biota Laut
      3.      Kerusakan Flora dan Fauna di Indonesia
      4.      Konservasi Keanekaragaman Flora dan Fauna di Indonesia


Ada beberapa jenis soal yang kami sediakan, yaitu soal pilihan ganda (multiple choice), soal esai atau uraian, dan soal penugasan.

Soal Pilihan Ganda (Multiple Choice)

1.      Sebaran hutan di Indonesia dari barat ke timur yaitu ....
1.      sabana tropik-hutan hujan tropik-hutan musim
2.      sabana tropik-hutan musim-hutan hujan tropik
3.      hutan hujan tropik-sabana tropik-hutan musim
4.      hutan hujan tropik-hutan musim-sabana tropik
5.      hutan musim-hutan hujan tropik-sabana tropik

2.      Urutan jenis hutan di wilayah Indonesia dari barat ke timur adalah ....
a.      hutan musim, hutan hujan tropik, dan sabana
b.      hutan hujan tropik, hutan musim, dan sabana
c.      hutan musim, sabana, dan hutan hujan tropik
d.      hutan hujan tropik, sabana, dan hutan musim
e.      sabana, hutan hujan tropik, dan hutan musim

3.      Persebaran hutan di Indonesia dari barat ke timur adalah ....
a.      sabana tropik-hutan hujan tropik-hutan musim
b.      hutan hujan tropik-sabana tropik-hutan musim
c.      hutan musim-hutan hujan tropik-sabana tropik
d.     hutan hujan tropik-hutan musim-sabana tropik
e.      hutan musim-sabana tropik-hutan hujan tropik

4.      Alam Nusa Tenggara Timur sebagian berupa Sabana sehingga aktivitas penduduknya cocok untuk mengembangkan ....
a.      pertanian
b.      perikanan
c.      pengolahan kayu
d.      industri
e.      peternakan

5.      Persebaran hutan Indonesia secara berurutan dari barat ke timur adalah ....
a.      sabana tropik-hutan musim-hutan hujan tropik
b.      hutan musim-hutan hujan tropik-sabana tropik
c.      hutan hujan tropik-hutan musim-sabana tropik
d.      hutan musim-sabana tropik-hutan hujan tropik
e.      hutan hujan tropik-sabana tropik-hujan musim

6.      Aktivitas penduduk di daerah mangrove yang relevan dengan lingkungannya adalah bidang ...
a.      wisata laut
b.      perladangan berpindah
c.      perkebunan palawrja
d.      peternakan hewan besar
e.      perikanan tambak

7.      Aktivitas manusia banyak yang dipengaruhi oleh adanya persebaran flora dan fauna di suatu wilayah, di antaranya ....
a.      masyarakat Plered Jawa Barat meniadi pengrajin tanah liat
b.      masyarakat pantai bermata pencaharian sebagai petani
c.      masyarakat pegunungan menjadi petani
d.     penduduk Nusa Tenggara sebagai peternak
e.      masyarakat Cibaduyut Bandung menjadi pengrajin kulit

8.      Penduduk yang tinggal di kawasan hutan tropik, bermata pencarian pada bidang....
a.      peternakan hewan besar
b.      ladang berpindah
c.      perkebunan sayur-sayuran
d.      berburu binatang
e.      industri penggergajian kayu

9.      Daerah Nusa Tenggara sebagian besar terdiri dari sabana sehingga aktivitas penduduknya di bidang ....
a.      kehutanan
b.      pertanian
c.      perindustrian
d.     peternakan
e.      perikanan

10.   Di daerah Nusa Tenggara dengan kondisi curah hujan yang sedikit sehingga banyak
dijumpai padang rumput. Hal ini mengakibatkan masyarakat memiliki aktivitas di bidang
a.      pertambangan
b.      pertanian
c.      peternakan
d.      perikanan
e.      perkebunan

11.   Berdasarkan pembatasan wilayah tumbuh-tumbuhan menurut Junghun, aktivitas perkebunan yang cocok pada ketinggian 500 m - 700 m dari permukaan laut adalah ....
a.      perkebunan bawang
b.      perkebunan kelapa
c.      perkebunan karet
d.      perkebunan tembakau
e.      perkebunan teh

12.   Masyarakat yang tinggal di daerah kutub dengan vegetasi tundra (lumut) memiliki aktivitas ....
a.      berburu dan menangkap ikan
b.      beternak dan bertani
c.      berladang dan menangkap ikan
d.      berburu dan bertani
e.      berladang dan berburu

13.   Perhatikan pernyataan di bawah ini.
1)     daerah dengan flora hutan hujan tropik
2)     jenis tumbuhan tinggi-tinggi, heterogen, dan daunnya rimbun
Aktivitas masyarakat yang cocok dengan karakteristik daerah tersebut yaitu .....
a.      kerajinan industri dan tambang
b.     perkebunan dan pertanian sawah
c.      penggergajian kayu dan budidaya lebah
d.      peternakan hewan besar dan unggas
e.      pariwisata dan perikanan

14.   Di bawah ini merupakan bukti jika manusia ikut serta dalam persebaran flora fauna di bumi, yaitu ....
a.      mangrove banyak terdapat di pantai timur Sumatra
b.      di Indonesia terdapat hutan tropis
c.      tanaman karet tumbuh di Indonesia
d.      stepa banyak terdapat di NTT
e.      pohon kelapa tumbuh di pantai di Indonesia

15.   Lapisan permukaan bumi yang mempunyai ketebalan 8–10 km di mana merupakan tempat hidup makhluk hidup dinamakan ....
a.      atmosfer
b.      litosfer
c.      biosfer
d.      hidrosfer
e.      pedosfer

16.   Teori apungan benua adalah salah satu teori yang mendukung pernyataan tentang persebaran fauna dan flora yang dipengaruhi oleh faktor geologis. Teori tersrbut dikemukakan oleh ....
a.      Cristaller
b.      Alfred Wegener
c.      Immanuel Kant
d.      Aranoff
e.      Junghunn

17.   Epifit dan Liana bisakita jumpai di kawasan ....
a.      hutan tropis
b.      taiga
c.      hutan gugur
d.      savana
e.      tundra

18.   Fauna babi rusa hanya bisa kita jumpai di ....
a.      Papua
b.      Sulawesi
c.      Sumatra
d.      Jawa
e.      NTT

19.   Panda adalah fauna khas yang ada di region ....
a.      neotropik
b.      neartik
c.      paleartik
d.      oriental
e.      etiopoa

20.   Kawasan alam yang kondisi alamnya memiliki kekhasan satwa, tumbuhan, serta ekosistem tertentu yang dilindungi dinamakan sebagai .....
a.      taman wisata alam
b.      suaka margasatwa
c.      taman hutan raya
d.      hutan wisata
e.      cagar alam

21.   Taman nasional yang berfungsi untuk melindungi karang-karang yang berbentuk atol di Sulawesi yaitu ....
a.      Kepulauan Seribu
b.      Raja Empat
c.      Bunaken
d.      Taka Bone Rate
e.      Karimun Jawa

22.   Hutan savana di Indonesia dapat dijumpai di ....
a.      Kalimantan
b.      Bali
c.      NTT
d.      Sulawesi
e.      Sumatra

23.   Dalam pembagian biogeografi dunia, fauna Indonesia bagian barat termasuk dalam kelompok ....
a.      oriental
b.      etiopia
c.      neatropik
d.      neartik
e.      paleartik

Soal Esai atau Uraian

1.      Mengapa faktor makhluk hidup lain memengaruhi persebaran flora dan fauna? Sebutkan contohnya!
2.      Jelaskan apa itu bioma dan sebutkan pembagian bioma di dunia!
3.      Sebutkan ciri-ciri habitat daerah tundra!
4.      Apa itu taman nasional, dan sebutkan 5 taman nasional yang ada di Indonesia!
5.      Sebutkan ciri-ciri perbedaan region oriental dan australian dan sebutkan contohnya!

Soal Tugas

1.      Buatlah kelompok yang anggotanta 3 - 4 orang!
2.      Buatlah kliping yang isinya mengenai fakta-fakta yang bisa menunjukkan perbedaan antara ilmu geograf dan ilmu biologi!
3.      Buat kesimpulan apa perbedaan antara ilmu biologi dan geografi!
4.      Kumpulkan hasilnya kepada guru untuk dinilai! Tugas Individu

Bukalah peta Indonesia, carilah lokasi hutan yang ada di Indonesia dan tulis hasilnya sebagai laporan individu! Serahkan kepada guru untuk dinilai!

Buatlah peta Indonesia! Petakan jenis-jenis hewan yang ada di Indonesia seperti pada pembagian menurut Garis Webber dan Wallace! Serahkan hasilnya guru untuk dinilai!

Demikian soal mapel geografi SMA/MA bab persebaran flora dan fauna di permukaan bumi. Semoga bisa bermanfat ya.

Contoh Soal Memperbesar, Memperkecil, dan Membaca Peta

Contoh Soal Memperbesar, Memperkecil, dan Membaca PetaMemperbesar peta adalah membuat peta lebih besar dari peta asli dengan perbandingan tertentu. Memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan alat mesin fotocopy dan pantograf. Dengan berubahnya ukuran peta, maka skala peta pun akan berubah.
Rumus memperbesar peta, yaitu:
Angka Skala : Angka Perbesaran
       Langkah-langkah memperbesar peta, yaitu:
1. Buatlah garis-garis vertikal (dari atas ke bawah) dan horizontal (dari kiri ke kanan), pada kertas transparan yang ditempelkan pada peta yang akan diperbesar dengan cara yang sama, misalnya 1 cm.
2. Berilah nomor urut, 1,2 sampai garis terakhir dari kiri ke kanan pada tiap titik pertemuan antara garis tepi peta dan garis vertikal dari atas ke bawah, juga pada titik pertemuan antara garis tepi dan garis-garis horizontal.
3. Buatlah petak-petak berjarak 2 cm tiap garisnya pada kertas yang akan digunakan untuk memperbesar peta, seperti pada kertas transparan
4. Gambarlah peta yang diperbesar pada petak-petak tersebut.

B. Memperkecil Peta

       Memperkecil peta adalah membuat peta lebih kecil dari peta asli dengan perbandingan tertentu. Memperkecil peta merupakan kegiatan mengubah ukuran peta menjadi lebih kecil.
Rumus:
Angka Skala Peta x Angka Perkecilan
       Untuk memperbesar dan memperkecil peta ada tiga cara, yaitu: pantograph, fotocopy, dan sistem petak.

C. Membaca Peta

       Beberapa hal yang perlu diketahui dalam membaca peta antara lain sebagai berikut.
1. Lokasi daerah dapat dibaca melalui garis lintang dan garis bujur.
2. Arah dibaca melalui petunjuk arah
3. Jarak dan luas sebenarnya dapat diketahui melalui skala peta.
4. Ketinggian tempat dapat dibaca melalui titik triangulasi atau garis kontur.
5. Lereng dapat dibaca melalui garis kontur.
6. Kenampakan alam dan budaya dapat dibaca melalui simbol peta.

Contoh Soal Memperbesar, Memperkecil, dan Membaca Peta

Jika peta sebuah Kabupaten mempunyai skala 1 : 250.000 dan peta tersebut diperbesar dua kali maka skala peta tersebut ialah ….
Sebuah peta negara berskala 1 : 5.000 diperkecil menjadi skala 1 : 25.000, maka pernyataan yang benar ialah ….
Peta negara bagian Indonesia berskala 1 : 2.000.000 dan diperkecil dua kali, maka skalanya berubah menjadi ....
Sebuah peta berskala 1 : 2.000.000 diperbesar empat kali, maka skalanya menjadi ….
Salah satu cara untuk memperkecil peta adalah …
Untuk mempermudah mencari skala peta hasil perbesaran maupun pengecilan sebaiknya mencantumkan skala ….
Perbesaran dan pengecilan peta dapat dilakukan dengan mesin fotocopy. Agar mudah menghitung perubahan skala peta hasil perbesaran atau pengecilan, sebaiknya peta asli menggunakan skala ….
Jika kita berada di suatu lereng yang curam dan kita ingin melihat gambar tersebut di peta, maka kita dapat membacanya melalui ….
Apabila sebuah peta berskala 1 : 5.000.000 diperkecil hingga 10 kali, maka skalanya berubah menjadi ….
Untuk mengetahui ketinggian suatu tempat kita dapat membacanya melalui titik ….

Pengumpulan Data Kependudukan: Sensus, Registrasi, Survey,

Pengumpulan Data Kependudukan | Data yang menyangkut penduduk dengan berbagai karakteristiknya merupakan salah satu data pokok yang amat diperlukan untuk perencanaan di segala bidang, misalnya: kebutuhan akan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Data kependudukan dapat diperoleh dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut.

Pengumpulan Data Kependudukan, Sensus Penduduk, Registrasi Penduduk, Survey Penduduk.
Pengumpulan Data Kependudukan: Sensus, Registrasi, Survey,  

A. Sensus Penduduk



Sensus atau cacah jiwa adalah proses pencatatan, perhitungan, dan publikasi data demografis yang dilakukan terhadap semua penduduk yang tinggal menetap di suatu wilayah atau negara tertentu secara bersamaan. Sensus dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Sampai dengan 2006 negara Indonesia telah melak sanakan enam kali sensus penduduk, yaitu tahun 1920 (oleh pemerintah Belanda), 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan terakhir tahun 2010.

Tujuan utama dilaksanakan sensus penduduk antara lain untuk mengetahui jumlah dan perkembangan penduduk dalam periode waktu tertentu, mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk di berbagai wilayah, serta mengetahui kondisi demografis lainnya, seperti tingkat kelahiran, kematian, komposisi, dan migrasi.

Di dalam pelaksanaannya, sensus dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
1. Sensus de jure, yaitu proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang benar-benar tercatat bertempat tinggal di suatu wilayah, umumnya sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
2. Sensus de facto, yaitu proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang ditemui oleh petugas ketika dilaksanakan sensus.

B. Registrasi Penduduk


Registrasi penduduk merupakan pencatatan yang terus menerus mengenai kejadian vital yang dialami penduduk berupa kelahiran, kematian, dan perpindahan. Registrasi penduduk didasarkan pada keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1977, ditujukan untuk membangun sistem pencatatan yang berlaku menyeluruh dan seragam di wilayah Indonesia.

Cakupan data yang diperoleh pada registrasi penduduk sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian vital yang terjadi dalam keluarga. Di negara-negara maju, pengumpulan data melalui registrasi umumnya tidak menemui masalah dan hambatan. Sebaliknya di negara-negara berkembang seperti Indonesia, umumnya data yang dicakup masih kurang lengkap karena banyak peristiwa yang tidak dilaporkan dan data kurang rinci sehingga kurang memadai untuk berbagai analisis kependudukan

Penerangan pada masyarakat sangat diperlukan mengenai pentingnya melaporkan kejadian vital yang terjadi di rumah tangganya, sehingga dengan adanya keterbukaan dan penyempurnaan pelayanan akan membantu memberikan hasil pencatatan penduduk yang lebih baik. Data yang dihasilkan akan dapat digunakan sebagai pembanding dan pelengkap seri data kependudukan, baik dari hasil survei maupun sensus. Data tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan kebijakan penduduk.

C. Survei Penduduk


Survei penduduk atau survei sampel merupakan pengumpulan data dari sebagian populasi yang pemilihan sampel atau respondennya dilakukan dengan metode statistik tertentu sehingga tetap dapat melakukan pendugaan atas populasinya. Survei dapat dilakukan kapan saja tanpa dibatasi oleh waktu.

Dengan survei dapat dilakukan penghematan atas biaya, tenaga, dan waktu, karena pengumpulan data hanya dari sebagian populasi. Pernyataan yang diajukan kepada responden dapat memuat jenis atau item yang amat rinci dan khusus. Dalam pemilihan sampel, yang harus diperhatikan adalah sampel harus mewakili populasi, harus mempunyai tingkat kebenaran (reliability) yang dapat diukur, harus sesuai dengan keadaan, dan harus efisien. Contohnya, Survei Penduduk Antar-Sensus (SUPAS), Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, Survei Angkatan Kerja, dan lain sebagainya.

Sekian penjelasan dari kami, semoga artikel Geografi di atas tentang Pengumpulan Data Kependudukan, semoga bisa bermanfaat dan menjadi sumber belajar online temen-temen semua. Sertakan komen jika dari artikel di atas terdapat beberapa kesalahan. Bagikan ke teman-teman yang lainnya jika dirasa artikel di atas bermanfaat. Terima kasih...

Karakteristik Matahari, Pusat Sistem Tata Surya

Matahari – pusat tata surya atau matahari merupakan sebuah bintang paling dekat dengan planet bumi. Bintang adalah benda langit yang bisa menghasilkan cahaya sendiri. Dan matahari ialah salah satu bintang yang banyaknya 100 miliar lebih yang ada pada galaksi Bimasakti. Sehingga letak matahari yang dekat terhadap bumi, dengan cahaya matahari yang tampak lebih terang serta ukuran matahari juga tampak lebih besar dibanding pada berjuta-juta bintang lain diangkasa. Matahari memancarkan cahaya dengan panasnya pada inti matahari telah terjadi reaksi fusi dan menghasilkan energi sangat besar. Besar suhu inti matahari paling tidak ± 15 juta °C serta suhu pada permukaan kurang lebih mencapai 6.000 °C, dan matahari tersebut terdiri dari gas hidrogen hingga (80%–90%) sekaligus gas helium. Sedangkan energi yang dipancarkan oleh matahari setiap detiknya sebanding dengan energi matahari yang telah diterima oleh Bumi dalam waktu 100 tahun. Sedangkan panas yang dipancarkan oleh matahari sebagai sumber energi utama pada bumi.

Matahari, Karakteristik Matahari, Ciri-ciri Matahari, Sistem Tata Surya.
Karakteristik Matahari, Pusat Sistem Tata Surya | 
Matahari berputar dengan porosnya dari arah barat ke timur. Bila dibanding dengan bumi, ukuran dari matahari tersebut sangatlah besar. Diameter dari matahari sebesar 110x diameter planet bumi. Matahari berbentuk menyerupai dengan bola gas dalam diameter mencapai ±1,4 juta kilometer atau (1.400.000 km). dengan volume matahari yang hampir mencapai 1 juta dibanding volume bumi. Pada ukuran matahari yang memang sangat besar tersebut, maka matahari mempunyai gaya gravitasi yang besar. Sedangkan gaya gravitasi dari matahari sebesar 28 kali dibanding dengan gaya gravitasi planet bumi. Dengan besarnya gaya gravitasi tersebut, maka akan terjadi gaya tarik-menarik pada matahari dengan planet-planet maupun benda langit yang lain. Hal tersebut yang menyebabkan planet-planet maupun benda langit lain selalu beredar untuk mengelilingi matahari.
Jarak tempuh antara matahari dengan bumi ialah 149.000.000 km yang sering dibulatkan menjadi 150 juta km. Dan jarak tersebut sering disebut dalam istilah satu satuan astronom. Pusat tatasurya tersebut mempunyai diameter yang hampir mencapai 1.390.000 km. Matahari mampu memancarkan cahaya karena dalam inti matahari terjadi reaksi fusi yang mampu menghasilkan energi sangat besar.

Sekian penjelasan dari kami, semoga artikel Geografi di atas tentang Karakteristik Matahari, semoga bisa bermanfaat dan menjadi sumber belajar online temen-temen semua. Sertakan komen jika dari artikel di atas terdapat beberapa kesalahan. Bagikan ke teman-teman yang lainnya jika dirasa artikel di atas bermanfaat. Terima kasih...

Pengertian Migrasi dan Faktor Pendorong & Penariknya

Migrasi - Manusia merupakan makhluk yang memiliki kemampuan atau daya mobilitas paling tinggi jika dibandingkan dengan organisme lainnya di muka bumi. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti kebutuhan ekonomis, pendidikan, keamanan, atau alasanalasan sosial lainnya sering kali manusia pindah dari suatu wilayah ke wilayah lainnya, kemudian menetap di tempat tujuan.

Bentuk pergerakan penduduk semacam ini disebut mobilitas permanen atau migrasi. Secara umum dikenal dua macam mobilitas permanen, yaitu migrasi internasional dan migrasi internal. Migrasi internasional merupakan proses perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Migrasi internasional dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu imigrasi, emigrasi, dan remigrasi.

Migrasi, Pengertian Migrasi, Faktor Pendorong Migrasi, Faktor Penarik Migrasi.
Pengertian Migrasi dan Faktor Pendorong & Penariknya  

Imigrasi adalah perpindahan penduduk masuk ke suatu negara, atau dapat pula didefinisikan sebagai proses masuknya warga negara asing ke sebuah negaradisebut imigran. Emigrasi adalah proses perpindahan penduduk keluar dari suatu negara, seperti warga negara Indonesia bermigrasi dan menetap di negara Malaysia. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran. Remigrasi adalah proses kembalinya penduduk ke negara asalnya setelah pindah dan menetap di negara asing.

Migrasi internal merupakan bentuk perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya dalam satu negara. Secara umum bentuk-bentuk migrasi internal yang biasa dijumpai di Kepulauan Indonesia antara lain urbanisasi, ruralisasi, dan transmigrasi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari kawasan perdesaan ke wilayah perkotaan, sedangkan orang yang melakukan urbanisasi dinamakan urbanisan. Sebaliknya, ruralisasi merupakan bentuk perpindahan penduduk dari kota ke desa.

Gejala urbanisasi berawal dari adanya ketimpangan pemerataan pembangunan antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Di satu pihak akselerasi peningkatan ekonomi dan pembangunan di wilayah perkotaan berjalan relatif lebih cepat dan merambah hampir semua sektor kehi dupan, kecuali bidang pertanian. Adapun di lain pihak pem bangunan di perdesaan cenderung berjalan dengan lamban. Akibatnya, tingkat kesejahteraan masyarakat kota dirasakan jauh lebih tinggi jika dibanding kan dengan penduduk desa. Kondisi ini memacu penduduk desa untuk pergi mengadu nasib ke kota, dengan harapan akan mendapat penghidupan yang jauh lebih layak dibanding kan di desa

Sebagai suatu bentuk interaksi kota dan desa, urbanisasi dipengaruhi oleh dua faktor utama yang dikenal dengan istilah faktor pendorong (push factors) dan faktor penarik (pull factors).


A. Faktor Pendorong

Wilayah perdesaan dengan segala keterbatasan dan permasa lahannya merupakan faktor pendorong terjadinya gejala urbanisasi. Beberapa permasalahan sosial di wilayah perdesaan yang menjadi daya dorong urbanisasi antara lain sebagai berikut.
  • Menyempitnya lahan pertanian yang menjadi mata pencarian utama sebagian besar penduduk perdesaan.
  • Perubahan fungsi lahan dari kawasan pertanian menjadi lahan permukiman penduduk, pembangunan fasilitas sosial, atau menjadi kawasan industri.
  • Jumlah penduduk perdesaan yang semakin tinggi memerlukan pekerjaan yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan lapangan kerja di sektor pertanian semakin berkurang akibat menyempitnya lahan.
  • Tingkat upah kerja di desa umumnya relatif lebih kecil jika diban ding kan dengan di kota.
  • Harapan masyarakat desa untuk meningkatkan taraf hidup dan status ekonomi dengan bekerja di kota.
  • Fasilitas sosial, seperti jenjang pendidikan, kesehatan, olah raga, dan hiburan di wilayah perdesaan relatif terbatas.


B. Faktor Penarik

Di lain pihak, kota dengan berbagai fasilitas dan kemajuannya merupakan faktor penarik bagi masyarakat untuk melakukan urbanisasi. Beberapa contoh daya tarik wilayah perkotaan yang mengakibatkan tingginya arus urbanisasi antara lain sebagai berikut.
  • Kota yang dileng kapi dengan berbagai fasilitas sosial yang lebih memadai tentunya banyak memberikan kemudahan bagi warganya dalam melakukan aktivitas sosial sehari-hari.
  • Lapangan pekerjaan di kota yang lebih beragam terutama dalam sektor industri dan jasa dengan upah relatif tinggi dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.
  • Tersedianya fasilitas pendidikan yang lebih memadai baik dari jenjang maupun jumlah lembaga pendidikan.
  • Tersedianya fasilitas kesehatan, olah raga, hiburan, dan rekreasi dengan jumlah dan kualitas yang lebih baik.
Sebagai suatu gejala yang terjadi di masyarakat, urbanisasi tentu nya memberikan dampak atau pengaruh berupa permasalahanpermasalahan sosial bagi wilayah perdesaan dan perkotaan. Beberapa permasalahan yang dapat timbul sebagai akibat tingginya arus urbanisasi antara lain sebagai berikut.

1. Contoh Permasalahan bagi Wilayah Perdesaan
  • Wilayah perdesaan banyak kehilangan tenaga kerja produktif karena banyaknya orang yang pergi ke kota.
  • Lahan-lahan potensial di perdesaan banyak yang terlantar.
  • Meningkatnya gejala urbanisme pada masyarakat desa, yaitu pola dan gaya hidup yang meniru masyarakat kota.
  • Proses pembangunan desa terhambat karena salah satu modal dasar pembangunan, yaitu tenaga kerja yang terdidik atau terlatih banyak yang melakukan urbanisasi.

2. Contoh Permasalahan bagi Wilayah Perkotaan
  • Persentase jumlah dan kepadatan penduduk kota me ningkat dengan cepat.
  • Tingkat pengangguran meningkat karena banyak penduduk desa yang tidak terserap oleh lapangan kerja yang ada.
  • Tingkat kriminalitas tinggi.
  • Timbulnya permukiman-permukiman kumuh (slum area), seperti sepanjang rel kereta api yang dihuni oleh pen duduk urbanisan yang gagal mendapat kehidupan yang layak di kota.
Sekian penjelasan dari kami, semoga artikel Geografi di atas tentang Migrasi, semoga bisa bermanfaat dan menjadi sumber belajar online temen-temen semua. Sertakan komen jika dari artikel di atas terdapat beberapa kesalahan. Bagikan ke teman-teman yang lainnya jika dirasa artikel di atas bermanfaat. Terima kasih...

Soal OSN Geografi dan Kunci Jawabannya

Olimpiade Sains Nasional yang disingkat OSN merupakan kompetisi tingkat nasional yang telah diseleksi terlebih dahulu di tingkat kabupaten dan propinsi. Olimpiade tingkat nasional akan mempertandingkan perwakilan dari masing-masing propinsi untuk berbagai macam mata pelajaran.

osn

Berikut ini adalah soal OSN mata pelajaran geografi dan kunci jawabannya.

Soal OSN geografi tahun 2013

Soal OSN geografi tahun 2014

Soal OSN geografi tahun 2015 dan kunci jawaban

Soal OSN geografi tahun 2016 dan kunci jawaban

Soal OSN geografi tahun 2017 dan kunci jawaban